Penggunaan Metode Leaching Dengan Variasi Temperatur Larutan Asam (HNO3 Dan CH3COOH) Yang Optimum Untuk Memperoleh Recovery Nikel Maksimum Pada Industri Logam Morowali

Authors

  • Mac Kensey Gogo Pasaribu Institut Sains dan Teknologi TD Pardede
  • Rasmi Sitohang institut sains dan teknologi td pardede
  • Saut Situmorang institut sains dan teknologi td pardede

Keywords:

Ekstraksi Nikel, Nikel Laterit, Larutan HNO3, Larutan CH3COOH, X-Ray Fluorescence

Abstract

Salah satu mineral logam yang banyak dimanfaatkan dalam industri kimia dan memiliki nilai jual yang tinggi adalah nikel. Nikel merupakan salah satu mineral logam yang bernilai jual tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam bidang industri kimia. Nikel banyak dimanfaatkan sebagai electroplanting, baterai isi ulang dan 65% digunakan sebagai bahan baku stainless steel. Nikel memiliki sifat tahan korosi dan tahan pada temperatur tinggi sehingga ruang lingkup penggunaannya luas dalam berbagai industri. Nikel sebagai mineral yang tersedia di alam terdapat dalam wujud Bijih Laterit (Oksida) dan Bijih Sulfida. Pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi menggunakan asam nitrat dan asam asetat. Salah satu metoda yang digunakan untuk mendapatkan persen recovery nikel proses  ekstraksi. Proses ekstraksi dilakukan dengan variasi temperatur mulai dari 60oC, 70 oC, 80 oC, 90 oC, 100 oC dan 110 oC pada masing-masing asam. Penelitian dilakukan untuk menentukan temperatur optimum terhadap persentase recovery proses CH3COOH. Penelitian dilakukan dengan preparasi sampel dan analisa kadar menggunakan Spektrofotometer XRF. Filtrat hasil proses ekstraksi dianalisa menggunakan AAS agar mengetahui kandungan hasil proses ekstraksi untuk selanjutnya diolah data demi mendapatkan temperatur optimum terhadap persen recovery proses ekstraksi. Dari hasil penelitian didapatkan temperatur optimum terhadap persen recovery proses ekstraksi nikel menggunakan asam nitrat yaitu 100oC dengan persen recovery sebesar 17,66%. Dan pada asam asetat didapat temperatur optimum yaitu 100oC dengan persen recovery sebesar 2,66%.

Downloads

Published

2025-09-19

Issue

Section

##section.default.title##